Kamis, 01 November 2012

keanggunan kebaya

Konsep Keanggunan Kebaya, Less Is More


Konsep Keanggunan Kebaya, Less Is More - ipmi_03.jpg
TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA

Laporan Wartawan Tribun Jakarta,Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM - Kebaya sudah menjadi wujud identitas wanita Indonesia. Bentuknya pun terus berevolusi, berinovasi menyesuaikan diri seiring berkembangan mode. Bukan tanpa alasan, ini supaya kebaya mudah diterima dari generasi ke generasi.
Satu di antara inovasi yang dimaksud adalah menampilkan kebaya seglamor mungkin, misalnya dengan penggunaan payet dan aplikasi sana-sini dalam kombinasi warna yang meriah.
Sayangnya, inovasi itu justru terkadang dirasa kelewat batas karena menutupi kecantikan seorang wanita sejatinya, yaitu kecantikan dari dalam alias inner beauty. Kecantikan yang terpancar malah berkesan artifisial atau buatan.
Hal inilah yang menjadi fokus koleksi terbaru Era Soekamto untuk line clothing Era Soekamto Indonesia yang ditampilkan dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Trend Show 2013. Bertemakan "Sang Panji", yang terinspirasi dari tokoh Panji, persona manusia dalam tarian paradoks Topeng Cina yang menyimbolkan penciptaan semesta "dari hingar bingar menjadi keteraturan", Era ingin mengembalikan esensi kecantikan wanita sebenarnya.
"Saya menonjolkan konsep kebaya 'less is more'. Biarkan inner beauty yang muncul, cantik yang bersih tidak berkedok. Meski kebaya hanya menjadi pendukungnya saja, kebaya tetap elegan, " kata Era yang ditemui seusai acara.
Selain itu, Era, yang juga menjabat sebagai pemimpin kreatif Iwan Tirta Private Collection, juga menjelaskan konsepnya ini sejalan dengan subtema Energie Silence Zen yang diambilnya.
Di tangan dinginnya, kebaya dibuat sesimpel dan sekalem mungkin tanpa meninggalkan unsur keeleganan dan kekinian. Untuk pilihan motif batik, Era mengangkat motif lokcan, tali-talian dan burung hong.
"Motif lokcan saya ambil dari motif yang dipakai di koleksi Iwan Tirta,  tapi kali ini agak diperbesar," papar perancang yang telah menjadi anggota IPMI sejak 1999 itu.
Beberapa kebaya yang ditampilkan di antaranya mengambil model kebaya kutu baru dan kebaya panjang. Era membuat kebaya tersebut tampak elegan dan modern. Misal kombinasi kebaya lace dengan rok satin yang beraksen draperi pada bagian depannya, dalam satu tone warna.
Sementara itu, kebaya panjang berbahan satin sutra dihadirkan dalam potongan yang sleek dan clean. Sangat modern dan feminin.
Selain kebaya, Era juga menyelipkan beberapa gaun cocktail namun tetap beraksen kebaya. Misal terusan berwarna biru pastel  bersiluet hour-glass dipadukan dengan slim-belt berbahan kuningan khas Jawa rancangan Rinaldy A.Yunardi. Tidak dekorasi yang mencolok.
Siluetnya yang simpel namun tetap elegan, membuat koleksi yang dibuat dalam kurun waktu dua bulan ini sangat versatile, cocok dikenakan di segala kesempatan formal maupun semi formal.

gemar memakai mini dress



Lea Michele Gemar Pakai Mini Dress

Ainun Fika Muftiarini - Okezone
Kamis, 18 Oktober 2012 19:07 wib
detail berita
Lea Michele (Foto: Corbis)

MENGENAKAN mini dress memang bisa menambah kesan feminin seorang wanita. Tak heran jika banyak dari mereka menggilai busana model tersebut.

Salah satunya seperti aktris Hollywood, Lea Michele. Salah satu pemeran serial Glee ini merasa bahwa gaun pendek sangat sempurna dikenakan di berbagai acara utamanya untuk pesta.

“Aku suka sekali dengan mini dress. Menurutku, itu pakaian yang sempurna untuk pesta,” tuturnya, seperti dilansir Femalefirst.

Meski begitu, Lea lebih suka mengenakannya tanpa menambahkan apa pun. Sehingga menurutnya, ini akan membuat tampilan seseorang menjadi terlihat natural.

“Tapi, aku tidak suka memakainya dengan banyak aksesori, tata rambut, ataupun make up yang berlebihan,” tutupnya.
(tty)

Sentuhan Etnik di Busana Muslim



Tuesday, 30 October 2012 08:31
Sentuhan Etnik di Busana Muslim
Tren busana muslim terus berkembang. Bahkan, dirasa lebih cepat perubahan dari masa ke masa. Tidak hanya siluet baju saja, tetapi juga pada kerudung penutup kepala. Semuanya disesuaikan dengan tren yang mengarah ke Timur Tengah dengan gaya turban dan kreasi hijab. Fashion Hijab merupakan satu tren yang cukup popular dan ternyata tren fesyen ini mempunyai sorotan tersendiri pada dunia fesyen internasional. Ini termasuk di berbagai banyak negara di Eropa dan Asia. Mereka beramai-ramai menggelar Fashion Show dengan tema Hijab. Di tangan para desainer, busana muslim hadir dalam sentuhan etnik nan elegan. Ini juga terlihat pada karya desainer baju muslim Mia Ridwan dan Indraswarie. Keduanya, menampilkan koleksi busana yang cantik, elegan, dan menutup aurat. Mereka menghadirkan karya terbaru dengan beragam model busana dan kerudung yang senada.
“Kali ini, koleksi saya banyak menampilkan busana dengan bahan ciffon yang diwarnai sendiri. Menampilkan gradasi warna pelangi yang dipadukan dengan gelombang laut. Sehingga menampilkan sebuah perpaduan warna yang indah dan cantik,” papar desainer Mia Ridwan, baru-baru ini.Dijelaskan, busana yang ditampilkannya lebih banyak mengangkat siluet kaftan. Karena busana ini menjadi fesyen item yang tidak lekang di makan jaman. Bahkan, busana ini bisa digunakan untuk wanita yang memiliki small size dan big size.
Jadi, tinggal pintar memilih bahannya saja. Busana kaftan bergradasi warna pelangi ini dipadukan dengan kerudung model turban.
“Kaftan itu identik untuk acara formal. Tetapi jika ingin menggunakan kaftan untuk keseharian, bisa saja asalkan memilih bahan kaus. Sehingga tetap nyaman saat beraktvitas,” ungkapnya.
Berbeda, desainer Indraswarie menampilkan busana muslim dengan sentuhan etnik. Pada karyanya, banyak mengusung kain lurik dan batik Jepara yang dipadukan dengan bahan ciffon dan tulle. Indraswarie juga menampilkan busana casual untuk bepergian.“Menampilkan busana yang simple dengan sentuhan entik. Khusus untuk busana casual, saya banyak menampilkan baju untuk pergi berlibur. Two pieces dan baju panjang yang simple sehingga bisa fleksibel, tidak ribet saat berlibur, tetapi tetap menutup aurat,” jelasnya.
Indraswarie mengungkapkan, untuk hijabnya sendiri, tergantung pada busana yang dikenakan saat itu. Memang, banyak kreasi hijab yang mengaplikasikan banyak lilitan dan aksesoris. Tren ke depan, imbuh Indraswarie, masih sama dengan berkiblat ke Timur Tengah. Hanya saja, untuk hijab akan lebih simple dibandingkan yang berkembang saat ini.“Kalau sekarang kan kesannya ribet ya. Karena banyak lilitan dan aplikasi lainnya. Untuk tren tahun depan, prediksinya akan banyak menampilkan busana maupun hijab yang simple,” katanya.(ila/hes)