Konsep Keanggunan Kebaya, Less Is More
Laporan Wartawan Tribun Jakarta,Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM - Kebaya sudah menjadi wujud identitas wanita Indonesia. Bentuknya pun terus berevolusi, berinovasi menyesuaikan diri seiring berkembangan mode. Bukan tanpa alasan, ini supaya kebaya mudah diterima dari generasi ke generasi.
Satu di antara inovasi yang dimaksud adalah menampilkan kebaya seglamor mungkin, misalnya dengan penggunaan payet dan aplikasi sana-sini dalam kombinasi warna yang meriah.
Sayangnya, inovasi itu justru terkadang dirasa kelewat batas karena menutupi kecantikan seorang wanita sejatinya, yaitu kecantikan dari dalam alias inner beauty. Kecantikan yang terpancar malah berkesan artifisial atau buatan.
Hal inilah yang menjadi fokus koleksi terbaru Era Soekamto untuk line clothing Era Soekamto Indonesia yang ditampilkan dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Trend Show 2013. Bertemakan "Sang Panji", yang terinspirasi dari tokoh Panji, persona manusia dalam tarian paradoks Topeng Cina yang menyimbolkan penciptaan semesta "dari hingar bingar menjadi keteraturan", Era ingin mengembalikan esensi kecantikan wanita sebenarnya.
"Saya menonjolkan konsep kebaya 'less is more'. Biarkan inner beauty yang muncul, cantik yang bersih tidak berkedok. Meski kebaya hanya menjadi pendukungnya saja, kebaya tetap elegan, " kata Era yang ditemui seusai acara.
Selain itu, Era, yang juga menjabat sebagai pemimpin kreatif Iwan Tirta Private Collection, juga menjelaskan konsepnya ini sejalan dengan subtema Energie Silence Zen yang diambilnya.
Di tangan dinginnya, kebaya dibuat sesimpel dan sekalem mungkin tanpa meninggalkan unsur keeleganan dan kekinian. Untuk pilihan motif batik, Era mengangkat motif lokcan, tali-talian dan burung hong.
"Motif lokcan saya ambil dari motif yang dipakai di koleksi Iwan Tirta, tapi kali ini agak diperbesar," papar perancang yang telah menjadi anggota IPMI sejak 1999 itu.
Beberapa kebaya yang ditampilkan di antaranya mengambil model kebaya kutu baru dan kebaya panjang. Era membuat kebaya tersebut tampak elegan dan modern. Misal kombinasi kebaya lace dengan rok satin yang beraksen draperi pada bagian depannya, dalam satu tone warna.
Sementara itu, kebaya panjang berbahan satin sutra dihadirkan dalam potongan yang sleek dan clean. Sangat modern dan feminin.
Selain kebaya, Era juga menyelipkan beberapa gaun cocktail namun tetap beraksen kebaya. Misal terusan berwarna biru pastel bersiluet hour-glass dipadukan dengan slim-belt berbahan kuningan khas Jawa rancangan Rinaldy A.Yunardi. Tidak dekorasi yang mencolok.
Siluetnya yang simpel namun tetap elegan, membuat koleksi yang dibuat dalam kurun waktu dua bulan ini sangat versatile, cocok dikenakan di segala kesempatan formal maupun semi formal.

Tren busana
muslim terus berkembang. Bahkan, dirasa lebih cepat perubahan dari masa
ke masa. Tidak hanya siluet baju saja, tetapi juga pada kerudung
penutup kepala. Semuanya disesuaikan dengan tren yang mengarah ke Timur
Tengah dengan gaya turban dan kreasi hijab.
Fashion Hijab merupakan satu tren yang cukup popular dan ternyata tren
fesyen ini mempunyai sorotan tersendiri pada dunia fesyen internasional.
Ini termasuk di berbagai banyak negara di Eropa dan Asia. Mereka
beramai-ramai menggelar Fashion Show dengan tema Hijab. Di tangan para
desainer, busana muslim hadir dalam sentuhan etnik nan elegan. Ini juga
terlihat pada karya desainer baju muslim Mia Ridwan dan Indraswarie.
Keduanya, menampilkan koleksi busana yang cantik, elegan, dan menutup
aurat. Mereka menghadirkan karya terbaru dengan beragam model busana dan
kerudung yang senada.